Selasa, 22 Mei 2018

Nostalgia Dinas di Daerah


PERBINCANGAN RINGAN DENGAN STAF BARU

Pagi itu saat aku masih dinas di daerah, sekitar pk 10 00 WIT aku menerima seorang staf baru yang dikirim dari kantor pusat ditempatkan di salah satu kantor pengamatan gempabumi yang masih sekota. Seperti biasa basa-basi dia melaporkan kedatangannya dengan membawa surat tugas penempatan, dengan surat keputusan Calon Pegawai Negerinya.
Aku masih ingat betul dia kupersilahkan duduk di kursi depan kursi kerjaku, sehingga aku bisa santai tak perlu beranjak dari pekerjaan yang sengaja ku kensel karena kedatangannya. Pegwai ini masih muda maklum baru tamatan Diploma 1, Di tengah pembincangan kami tiba-tiba dia menanyakan sebuah Lembaga Kemasyarakatan, kepadaku.
Apa bapak tahu, Organaisai Kemasyarakatan ANU Pak, ku jawab : Tahu kayaknya lokasinya di sekitar Terminal Taksi, sepanjang jalan kalau kita ke arah kota dari kantor ini. Dia sebut kalau di rekomendasi teman di Jakarta, saya harus menemui seseorang di daerah Kelapa Dua, katanya. Oh iya Bapak ingat itu, kalau tidak salah tidak jauh dari tikungan jalan dari terminal taxi – baca angkot-.
Lho Bapak tahu ya Pak dengan Organisasi itu. Ku jawab iya tahu sekedar tahu alamanya disana. Perasaan Bapak ada Papan petunjuknya di pinggi jalan. Mgomomg-ngomong apa bapat setuju saya ikut organisasi itu, kujawab Bapak tidak tahu organisasi itu, sehingga Bapak tidak bisa berkomentar apa apa dik, kataku,
Terus bagaimana pendapat Bapak tentang saya ikut organisasi itu. Aku hanya jawab, sesuatu yang kalian sudah yakini laksanakan dengan baik, tapi kalau belum yakin benar cari tahu pada orang yang mengerti organisasi itu, minimal pada orang-orang yang faham dengan organisasi kemasyarakatan, kataku.
Akupun geleng-geleng, dengan pertanyaannya, setelah itu dia pamitan  untuk kembali ke tempat kerjanya.
Berselang beberapa hari setelah dia melaporkan diri. Dia lapor lagi kepadaku, bahwa dia tidak senang dengan ibu-ibu di komplek, karena cuciannya diangkatin ibu-ibu saat hujan tiba, di jemuran. Namanya juga di kompleks jadi ramai, disatu pihak ibu-ibu kasihan dengan pegawai baru cuciannya kehujanan sehingga di bantu diangkatin, dilain pihak si empunya tidak senang bila barang-barangnya di pegang oleh ibu-ibu.
Sebagai orang yang di tuakan aku nasehati kepada ibu-ibu dan ke pegawaiku ini. Disini semua niatnya baik, hanya kurang komunikasi saja. Lain kali kalau kamu pindah tempat tinggal apalagi di komplek, tolong tetangga dibilangi bila hujan tiba dan ada jemuran cucian, bilangin tak usah diangkatin, sehingga ibu ibu yang biasanya dirumah saat jam kantor tidak melakukannnya. Demikian juga ibu-ibu kalau ada orang baru jangan asal ngangkatin jemurannya, walau tujuannya baik agar tidak basah lagi.
Ku minta salaman, sebagai penutup perdamaian. Heee ternyata pegawaiku tak mau salaman dengan ibu-ibu. Akh ternyata memang dunia macam macam isinya yang belum kita fahami semuanya. Semoga saja pegawaiku yang masih berdinas di daerah sampai saat ini bisa tetap rukun dna damai dalam bertetangga.
Pondok Betung, Bulan Puasa 2018,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar