PERBINCANGAN RINGAN DENGAN STAF BARU
Pagi itu saat aku masih dinas di
daerah, sekitar pk 10 00 WIT aku menerima seorang staf baru yang dikirim dari
kantor pusat ditempatkan di salah satu kantor pengamatan gempabumi yang masih
sekota. Seperti biasa basa-basi dia melaporkan kedatangannya dengan membawa
surat tugas penempatan, dengan surat keputusan Calon Pegawai Negerinya.
Aku masih ingat betul dia
kupersilahkan duduk di kursi depan kursi kerjaku, sehingga aku bisa santai tak
perlu beranjak dari pekerjaan yang sengaja ku kensel karena kedatangannya.
Pegwai ini masih muda maklum baru tamatan Diploma 1, Di tengah pembincangan
kami tiba-tiba dia menanyakan sebuah Lembaga Kemasyarakatan, kepadaku.
Apa bapak tahu, Organaisai
Kemasyarakatan ANU Pak, ku jawab : Tahu kayaknya lokasinya di sekitar Terminal
Taksi, sepanjang jalan kalau kita ke arah kota dari kantor ini. Dia sebut kalau
di rekomendasi teman di Jakarta, saya harus menemui seseorang di daerah Kelapa
Dua, katanya. Oh iya Bapak ingat itu, kalau tidak salah tidak jauh dari
tikungan jalan dari terminal taxi – baca angkot-.
Lho Bapak tahu ya Pak dengan
Organisasi itu. Ku jawab iya tahu sekedar tahu alamanya disana. Perasaan Bapak
ada Papan petunjuknya di pinggi jalan. Mgomomg-ngomong apa bapat setuju saya
ikut organisasi itu, kujawab Bapak tidak tahu organisasi itu, sehingga Bapak
tidak bisa berkomentar apa apa dik, kataku,
Terus bagaimana pendapat Bapak
tentang saya ikut organisasi itu. Aku hanya jawab, sesuatu yang kalian sudah
yakini laksanakan dengan baik, tapi kalau belum yakin benar cari tahu pada
orang yang mengerti organisasi itu, minimal pada orang-orang yang faham dengan organisasi
kemasyarakatan, kataku.
Akupun geleng-geleng, dengan
pertanyaannya, setelah itu dia pamitan
untuk kembali ke tempat kerjanya.
Berselang beberapa hari setelah
dia melaporkan diri. Dia lapor lagi kepadaku, bahwa dia tidak senang dengan
ibu-ibu di komplek, karena cuciannya diangkatin ibu-ibu saat hujan tiba, di jemuran.
Namanya juga di kompleks jadi ramai, disatu pihak ibu-ibu kasihan dengan
pegawai baru cuciannya kehujanan sehingga di bantu diangkatin, dilain pihak si
empunya tidak senang bila barang-barangnya di pegang oleh ibu-ibu.
Sebagai orang yang di tuakan aku
nasehati kepada ibu-ibu dan ke pegawaiku ini. Disini semua niatnya baik, hanya
kurang komunikasi saja. Lain kali kalau kamu pindah tempat tinggal apalagi di
komplek, tolong tetangga dibilangi bila hujan tiba dan ada jemuran cucian,
bilangin tak usah diangkatin, sehingga ibu ibu yang biasanya dirumah saat jam
kantor tidak melakukannnya. Demikian juga ibu-ibu kalau ada orang baru jangan
asal ngangkatin jemurannya, walau tujuannya baik agar tidak basah lagi.
Ku minta salaman, sebagai penutup
perdamaian. Heee ternyata pegawaiku tak mau salaman dengan ibu-ibu. Akh
ternyata memang dunia macam macam isinya yang belum kita fahami semuanya.
Semoga saja pegawaiku yang masih berdinas di daerah sampai saat ini bisa tetap
rukun dna damai dalam bertetangga.
Pondok Betung, Bulan Puasa 2018,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar